Dampak Negatif dari Game Komputer!

GAME?apasih game?Jika dahulu game hanya menjadi monopoli anak kecil, lain halnya dengan yang terjadi sekarang. Sekarang udah bukan hal aneh lagi kalau seorang ayah dapat duduk berjam-jam bersama anaknya dalam adu kecepatan sebuah game. Dan inilah yang terjadi saat ini, game bukan monopoli anak kecil lagi.Sekarang game sifatnya  udah UNIVERSAL dan bisa dimainin sama siapa aja,dari yg balita,anak-anak,remaja,dan bisa juga orang tua kita sendiri pun bisa nikmatin asiknya main game. Dari yg mulai main game di PC,PlayStasion,Xbox,PSP dan masih banyak contoh lainnya.
Apalagi sekarang zaman makin modern,dunia ilmu pengetahuan sama teknologi pun semakin berkembang dengan pesat,dari contohnya aja misalnya, dulu waktu kita kecil kita sering main nitendo,sekarang nitendo saja udah jarang penggunanya dan beralih ke Playstasion ataupun PSP yg ukurannya lebih kecil dan simple di bawa kemanapun kita mau.

Bukan hanya di dunia saja tapi di Indonesia terutama, khususnya para remaja dan anak-anak, selalu penasaran dengan munculnya aneka permainan baru komputer yang ada di pasaran ataupun istilahnya lagi  booming. Visualisasi pada objek-objek game saat ini memang sudah semakin mendekati objek aslinya.
Para orang tua pun biasanya cenderung membiarkan anak-anak mereka bermain dengan game-game komputer tersebut. Alasannya cukup banyak,harga-harga game tersebut di pasaran umumnya murah dan terjangkau. Kemudian, game-game tersebut secara umum dianggap mampu melatih penalaran bagi anak-anak. Alasan lain yang tidak kalah penting, jenis game komputer dianggap tidak berbahaya bagi anak-anak. Berbeda dengan permainan-permainan nyata yang berpotensi mengancam fisik. Hanya saja terkadang kita lupa  nilai-nilai negatif yang tersembunyi,apalagi kalau ada penyalah gunaannya.

Jika dirancang secara proporsional serta tetap menjaga nilai-nilai akhlak dan moral, tentu saja game-game tersebut sangat bermanfaat dalam rangka mengisi waktu luang anak-anak dan  menjadi hiburan untuk kita semua.Hanya saja, fakta menunjukkan bahwa kebanyakan game dirancang dengan mengeksploitasi sejumlah watak buruk yang ada pada diri manusia, yaitu masalah kekerasan. Jika kita meninjau pasar-pasar game komputer, kita akan mendapati bahwa game-game yang ditawarkan, ternyata didominasi oleh jenis permainan perkelahian dan pembunuhan.Contohnya saja permainan yg mendominasi perkelahian itu seperti game NARUTO,TEKKEN,BULLY dan masih banyak game lainnya.Dan alhasil banyak anak-anak kecil yg menjadi korban karena meniru adegan perkelahian serta pembunuhan yg ada di game.

Asumsi awal yang menyatakan bahwa permainan komputer aman bagi kesehatan anak-anak juga ternyata tidak benar. Pandangan mata yang terpusat selama berjam-jam kepada layar komputer jelas merusak kesehatan mata. Contohnya saja banyak sekarang anak-anak kecil di bawah umur yg menggunakan kacamata minus,  dan faktanya menunjukan bahwa kebanyakan anak-anak kecil yg menggunakan kaca mana minus didominasi karena terlalu lama menatap layar TV ataupun layar monitor karena terlalu asyik saat bermain game. Untuk itu sangat di sarankan terutama bagi orang tua khususnya untuk selalu memonitor jam bermain game pada anaknya.


Dari semua dampak negatif yang ada pada game-game tersebut,yg paling menonjol adalah dampak psikologisnya. Bahkan hingga sekarang tidak sedikit anak-anak kecil ataupun remaja yg menyelesaikan segala sesuatunya dengan perkelahian.Sensivitas seorang pemain game terhadap nilai buruk kekerasan akan semakin tumpul, karena ketika bermain game, ia berkali-kali melukai bahkan membunuh lawannya. Semakin sering ia membunuh, semakin besar nilai yang ia kumpulkan. Lama-lama akan semakin tertanam prinsip dalam dirinya bahwa kekerasan adalah cara terbaik untuk menyelesaikan berbagai persoalan hidup. Berbagai kasus serangan bersenjata yang dilakukan para pelajar di Indonesia menunjukkan bahwa para pelaku kekerasan itu adalah mereka yang kecanduan bermain game di komputer.

Awalnya, para perancang game memilih jenis-jenis permainan kekerasan karena hal ini diyakini mampu menarik perhatian anak-anak sebagai konsumennya. Hanya saja, para psikolog menuturkan bahwa justru kekerasan yang ada pada game itu yang kemudian menstimulasi sifat-sifat kekerasan yang ada pada diri manusia. 



Kemudian, kebiasaan bermain game juga membuat seorang anak terasing dari lingkungannya. Bermain game umumnya dilakukan sendirian, dan itu dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Semakin kecanduan seorang anak terhadap game, semakin sedikit pula waktu yang tersedia untuk berkomunikasi dengan teman-teman seusianya. Dari sisi ini, jelas sekali terbayang dampak negatif yang ditimbulkan oleh game tersebut. Si anak akan kehilangan kemampuan untuk bersosialisasi dengan masyarakat.
Tidak hanya itu game juga diketahui telah mengekang kreativitas anak-anak. Padahal, pengembangan kreativitas adalah salah satu hal sangat penting dalam pertumbuhan anak-anak. 

Untuk itu peran orang tua sangatlah penting dalam meminimalisasi jam ataupun waktu anak-anak dalam bermain game, ajarkanlah mereka cara bersosialisasi yg baik, dan dalam pemilihan permainan game sebaiknya kita juga perlu berhati-hati. Karena tidak semua permainan game itu mendidik.